Sudutpenanews.com | Aceh Barat – Debit air Krueng Woyla mengalami peningkatan hingga mencapai kawasan jembatan di Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, Sabtu (3/10/2026) malam. Kondisi tersebut terjadi saat hujan masih mengguyur sejumlah wilayah Aceh Barat, termasuk Kecamatan Pante Ceureumen, yang turut mengalami peningkatan debit Krueng Meureubo.
Plt. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Barat, Dharmawan, mengatakan informasi kenaikan debit air Krueng Woyla diterima Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Aceh Barat dari masyarakat sekitar pukul 20.00 WIB.
“Tim Pusdalops PB terus memantau perkembangan kondisi di lokasi terdampak, terutama di kawasan aliran sungai yang mengalami peningkatan debit air,” kata Dharmawan berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Aceh Barat.
Menurut Dharmawan, peningkatan debit air tersebut terjadi seiring tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Aceh Barat.
Selain Krueng Woyla di Kecamatan Sungai Mas, hujan deras juga masih terjadi di Kecamatan Pante Ceureumen. Peningkatan debit air turut terpantau di Krueng Meureubo.
Dharmawan mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan kawasan rawan banjir, untuk meningkatkan kewaspadaan selama hujan masih berlangsung.
“Masyarakat agar terus memperhatikan perkembangan kondisi air sungai dan segera melaporkan kepada petugas apabila terjadi kenaikan debit air yang berpotensi membahayakan permukiman maupun akses transportasi,” ujarnya.
BPBD Aceh Barat melalui Pusdalops PB terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan. Pemantauan melibatkan BPBD Aceh Barat dan masyarakat, dengan dukungan petugas piket Pusdalops serta personel Damkar dan Rescue Regu I Mako. Hingga laporan Pusdalops pada pukul 21.00 WIB, hujan masih terjadi di sejumlah wilayah Aceh Barat dan debit air DAS Woyla dilaporkan terus mengalami peningkatan.
Kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan BMKG Aceh pada Sabtu (3/10/2026) pukul 18.35 WIB. BMKG memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang mulai pukul 18.45 WIB. Kondisi tersebut diperkirakan masih berpotensi berlangsung hingga pukul 21.00 WIB.
Untuk Kabupaten Aceh Barat, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kecamatan Johan Pahlawan, Kaway XVI, Sungai Mas, Woyla, Samatiga, Bubon, Arongan Lambalek, Pante Ceureumen, Meureubo, Woyla Barat, Woyla Timur, dan Panton Reu serta wilayah sekitarnya.
BMKG juga memperingatkan potensi perluasan cuaca tersebut ke sejumlah wilayah lain di Aceh, meliputi Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, Aceh Singkil, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Pidie Jaya, Kota Lhokseumawe, Kota Langsa, dan Kota Subulussalam.
BPBD Aceh Barat mengingatkan masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi terkait perkembangan cuaca dan kondisi sungai. Warga juga diminta menghindari aktivitas di sekitar aliran sungai apabila debit air terus meningkat serta segera menghubungi petugas jika terjadi kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.






