GPL Store Hadirkan Tas dan Dompet Daur Ulang Berbalut Batik Khas Aceh Barat untuk Memeriahkan HUT Kota Meulaboh ke-438

Sudutpenanews.com | Aceh Barat – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Meulaboh ke-438, Komunitas Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) Meulaboh melalui GPL Store menghadirkan inovasi produk kerajinan ramah lingkungan berupa tas dan dompet yang memadukan batik khas Aceh Barat dengan cacahan plastik daur ulang.

Ketua GPL Meulaboh, Fajar Oza Pratama, mengatakan bahwa inovasi tersebut merupakan bentuk komitmen GPL dalam mengembangkan produk bernilai ekonomi dari limbah plastik sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat dalam momentum peringatan HUT Kota Meulaboh ke-438.

Menurutnya, perpaduan batik khas Aceh Barat dengan cacahan plastik daur ulang menjadi keunikan tersendiri dari produk yang dikembangkan GPL Store. Selain memiliki fungsi sebagai aksesori sehari-hari, produk tersebut juga mengusung nilai kreativitas, pelestarian budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Melalui produk ini, kami ingin menunjukkan bahwa sampah plastik yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi barang yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Di sisi lain, kami juga ingin mengangkat identitas budaya lokal melalui penggunaan batik khas Aceh Barat,” ujar Fajar Oza Pratama, Minggu (27/09/2026).

Produk tas dan dompet tersebut menggunakan motif batik khas Aceh Barat Sulubayung karya Ibu Cut Azzeta, yang dipadukan dengan material cacahan plastik hasil proses daur ulang. Perpaduan kedua material ini menghasilkan kerajinan dengan desain modern yang tetap mempertahankan unsur kearifan lokal.

Fajar menjelaskan, keikutsertaan GPL Store dalam rangkaian peringatan HUT Kota Meulaboh ke-438 menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif berbasis lingkungan kepada masyarakat luas, sekaligus menunjukkan bahwa inovasi ramah lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya daerah.

GPL Store sendiri merupakan unit usaha yang dibina oleh PT Mifa Bersaudara, dengan fokus pada pengembangan produk kreatif berbahan dasar sampah plastik yang telah melalui proses pengolahan. Melalui unit usaha ini, GPL berupaya mendorong pemanfaatan sampah menjadi produk yang memiliki nilai tambah serta membuka peluang pengembangan ekonomi sirkular.

Ia berharap, inovasi yang dihadirkan dalam momentum HUT Kota Meulaboh ke-438 ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah, sekaligus mendorong tumbuhnya kreativitas dan kecintaan terhadap produk lokal.

“Kami berharap produk ini tidak hanya menjadi kerajinan yang menarik, tetapi juga dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, memanfaatkan kembali sampah, serta bangga menggunakan produk yang mengangkat budaya daerah,” tambahnya.

Melalui inovasi tersebut, GPL Meulaboh berupaya mengintegrasikan pengelolaan sampah, pelestarian budaya Aceh Barat, dan pengembangan ekonomi kreatif. Kehadiran produk daur ulang berbahan cacahan plastik dan batik lokal dalam peringatan HUT Kota Meulaboh ke-438 ini menjadi salah satu wujud kontribusi komunitas dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi potensi lokal dan memperkuat identitas budaya daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *