Sudutpenanews.com | Aceh Barat : Alokasi anggaran hampir Rp1 miliar untuk paket pengadaan dengan nama “Belanja Bahan-Bahan Lainnya” di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat menuai sorotan karena minimnya rincian jenis barang yang akan dibeli.
Dikutip dari laman SiRUP Selasa (17/3/2026), berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) dengan kode 66293300, paket tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp967.626.354 pada Tahun Anggaran 2026. Pengadaan ini tercatat sebagai jenis pengadaan barang dan direncanakan menggunakan metode e-purchasing, dengan sumber dana berasal dari APBD Kabupaten Aceh Barat yang terkait dengan program DAK Non Fisik Bidang Kesehatan.
Namun, dalam dokumen RUP yang dipublikasikan, rincian spesifikasi barang yang akan dibeli tidak dijelaskan secara detail. Pada bagian spesifikasi pekerjaan bahkan tidak tercantum uraian teknis mengenai jenis bahan atau barang yang dimaksud dalam paket pengadaan tersebut. Padahal, nilai anggaran yang dialokasikan terbilang cukup besar, mendekati angka Rp1 miliar.
Dalam dokumen yang sama, volume pekerjaan hanya dituliskan “1 paket”, tanpa penjelasan komponen barang, jumlah unit, maupun kebutuhan program yang akan didukung oleh belanja tersebut. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai transparansi perencanaan pengadaan, terutama terkait jenis barang yang akan dibeli serta dasar perhitungan anggaran yang digunakan.
Berdasarkan jadwal yang tercantum dalam sistem pengadaan, proses pemilihan penyedia direncanakan berlangsung pada Maret 2026, bersamaan dengan jadwal pelaksanaan kontrak yang juga dimulai pada bulan yang sama hingga Desember 2026.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Dinas Kesehatan Aceh Barat mengenai jenis bahan atau barang yang akan dibeli dalam paket pengadaan tersebut, termasuk rincian program kesehatan yang akan didukung oleh anggaran hampir Rp1 miliar tersebut. Transparansi informasi pengadaan dinilai penting agar penggunaan dana publik dapat dipantau masyarakat serta memastikan anggaran kesehatan benar-benar digunakan untuk kebutuhan pelayanan kesehatan yang jelas dan terukur.







