Sirine Mobil Rahmad Maulizar, Penjaga Sahur dari Suak Ribee

Sudutpenanews.com |Aceh Barat : Udara dini hari masih terasa dingin ketika sebagian besar warga masih terlelap. Jam baru menunjukkan sekitar pukul tiga pagi. Namun di sudut Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, seorang pemuda sudah bersiap memulai rutinitasnya.

Sebuah mobil yang telah dipasangi pengeras suara ia nyalakan. Tak lama kemudian, suara sirine dan pengumuman mulai terdengar memecah sunyi kampung.

Pemuda itu adalah Rahmad Maulizar. Setiap malam selama bulan Ramadan, Rahmad berkeliling kampung menggunakan mobil untuk membangunkan warga agar tidak melewatkan sahur. Dengan kendaraan yang dilengkapi pengeras suara itu, ia menyusuri jalan-jalan desa sambil mengingatkan masyarakat bahwa waktu makan sahur segera tiba.

Rutinitas itu biasanya dimulai sekitar pukul 03.00 WIB dan berakhir menjelang imsak, sekitar pukul 04.30 WIB. Bagi sebagian warga, suara sirine dari mobil Rahmad sudah menjadi penanda khas datangnya waktu sahur.

Rahmad sendiri bukan orang baru dalam kegiatan ini. Ia mengaku sudah menjalankan tradisi membangunkan sahur sejak lama.

“Sudah beberapa tahun saya lakukan, sejak 2008,” ujar Rahmad ketika ditemui media, Sabtu (14/3/2026).

Anak kelima dari enam bersaudara pasangan Ozer, pensiunan pegawai negeri sipil, dan almarhumah Nurhayati ini memulai kegiatan tersebut secara sederhana. Awalnya ia hanya berkeliling di sekitar Desa Suak Ribee.

Namun seiring waktu, semangatnya justru semakin besar.

Jika dahulu ia menggunakan sepeda motor untuk berkeliling, kini Rahmad memanfaatkan sebuah mobil yang dilengkapi pengeras suara agar suaranya dapat menjangkau lebih banyak warga.

Pada Ramadan kali ini, Rahmad bahkan memperluas rutenya hingga ke sejumlah desa lain di Kecamatan Johan Pahlawan. Dalam satu malam, ia bisa berkeliling hingga lima kampung untuk memastikan warga bangun sahur.

“Kalau dulu hanya di Suak Ribee saja. Sekarang keliling dalam Kecamatan Johan Pahlawan. Satu malam bisa sampai lima kampung,” katanya.

Meski harus mengorbankan waktu tidur dan tenaga setiap malam, Rahmat mengaku tidak merasa terbebani. Ia justru merasa senang ketika melihat lampu-lampu rumah mulai menyala saat dirinya melintas.

Baginya, itu menjadi tanda bahwa warga sudah terbangun untuk sahur.

Di tengah perubahan zaman dan berbagai teknologi pengingat waktu yang semakin canggih, cara sederhana Rahmad tetap memiliki makna tersendiri bagi masyarakat sekitar.

Dengan mobil keliling dan pengeras suara yang setia menemaninya, Rahmad terus menjaga tradisi membangunkan sahur tradisi yang bukan hanya soal membangunkan orang dari tidur, tetapi juga menjaga semangat kebersamaan di bulan Ramadan.

banner 728x250

Pos terkait

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *