Sudutpenanews.com | Nagan Raya – Klaim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menyebut pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang telah rampung 100 persen, dipersoalkan oleh warga setempat.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Tenaga Ahli BNPB, Jahidin Chilo, dalam sebuah pemberitaan yang menyebutkan bahwa seluruh unit huntara telah selesai dibangun. Ia juga mengungkapkan bahwa lima unit di antaranya masih dalam tahap pemasangan fasilitas listrik sebelum dapat dihuni.
Namun, kondisi di lapangan disebut tidak sepenuhnya sesuai dengan klaim tersebut. Salah satu pemuda Beutong Ateuh, Banta Sulaiman, menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah unit huntara yang belum selesai dibangun.
“Fakta di lapangan menunjukkan pembangunan belum mencapai 100 persen. Masih ada bangunan yang bahkan belum berdiri, baru sebatas pondasi,” kata Banta.
Ia menilai, perbedaan antara laporan resmi dan kondisi aktual dapat memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah, khususnya dalam penanganan pascabencana.
Banta juga menekankan pentingnya transparansi informasi kepada publik, mengingat pembangunan huntara menyangkut kebutuhan dasar korban bencana.
“Kami berharap ke depan tidak ada lagi pernyataan yang tidak sesuai fakta. Masyarakat membutuhkan kejelasan dan kejujuran,” ujarnya.
Pembangunan huntara tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah Beutong Ateuh Banggalang beberapa waktu lalu.
Hingga kini, warga terdampak masih menunggu kepastian penyelesaian seluruh unit huntara agar dapat segera ditempati.
Pemerintah diharapkan dapat memastikan percepatan pembangunan sekaligus menyampaikan informasi yang akurat kepada publik guna menjaga kepercayaan masyarakat.







