IGD Disorot hingga Obat Dipertanyakan, Netizen Bongkar Layanan Puskesmas Kaway XVI

Sudutpenanews.com | Aceh Barat – Sejumlah netizen menyampaikan kritik terhadap pelayanan di Puskesmas Kaway XVI melalui kolom komentar akun TikTok @sudutpenanewsofficial. Beragam keluhan muncul, mulai dari pelayanan medis, kesiapsiagaan petugas, hingga kondisi fasilitas yang dinilai belum memadai.

Salah satu akun, @jendela cinta, menyoroti tata letak ruang tenaga medis yang dinilai tidak efektif. Ia menyarankan agar ruang dokter dan perawat ditempatkan di bagian depan agar mudah merespons pasien, terutama saat kondisi darurat di malam hari.

“Seharusnya ruang perawat dan dokter ada di depan, jadi kalau dipanggil langsung dengar. Selama ini kamar dokter di belakang, jadi tidak terdengar,” tulisnya. Ia juga menekankan pentingnya pengaturan jadwal jaga yang jelas serta keberadaan petugas yang siaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang perawatan. Selain itu, ia mengusulkan adanya penambahan insentif bagi tenaga medis guna meningkatkan pelayanan.

Keluhan serupa juga disampaikan akun @moli, yang mengaku memiliki pengalaman kurang menyenangkan saat membawa anggota keluarganya berobat pada dini hari. Ia menyebut pasien harus menunggu cukup lama sebelum mendapatkan penanganan.

“Jam 3 malam kami ke IGD, tapi disuruh tunggu sampai jam 4.30 baru diperiksa, padahal kondisi sakit parah,” ungkapnya.

Sementara itu, akun @Misriya Wati menyoroti kondisi ruang rawat inap yang dinilai tidak bersih serta fasilitas yang tidak berfungsi dengan baik. Ia juga menyinggung sikap tenaga medis yang dianggap kurang ramah terhadap pasien.

“Ruang rawat tidak bersih, kamar mandi juga. Kipas angin tidak hidup, perawat kurang peka dan tidak ramah,” tulisnya.

Kritik lain datang dari akun @rija_az06, yang mempertanyakan ketersediaan obat di puskesmas. Ia mengaku pernah mengalami kejadian saat obat tidak tersedia, namun kemudian diberikan setelah menyebut nama seseorang yang memiliki jabatan tertentu.

“Awalnya dibilang obat habis, tapi setelah sebut nama orang kantor bupati, obatnya ada. Ini kan aneh,” ujarnya.

Selain itu, akun @panggil aja mey juga menilai pelayanan secara umum masih belum maksimal. Ia mengaku pernah tidak mendapatkan penanganan yang optimal saat berobat, bahkan dokter disebut tidak berada di tempat saat dibutuhkan.

“Pelayanan kurang maksimal, dokter tidak ada di tempat saat pasien butuh penanganan,” tulisnya.

Berbagai komentar tersebut mencerminkan keresahan masyarakat terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Kaway XVI. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak puskesmas maupun instansi terkait di Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.

Masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh dan pembenahan serius, agar pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas dapat berjalan optimal dan memberikan rasa aman bagi pasien.

banner 728x250

Pos terkait

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *