Sudutpenanews.com | Meulaboh – Kondisi memprihatinkan dialami seorang janda bersama tiga anak yatim di Gampong Cot Kumbang, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat. Rumah yang mereka tempati dilaporkan rusak berat akibat diterjang angin puting beliung, sehingga kini tidak lagi layak huni.
Selain atap yang rusak, rumah tersebut juga tidak memiliki fasilitas dasar seperti kamar mandi dan toilet. Dinding rumah yang terbuat dari papan dilaporkan sudah rapuh, bahkan air hujan kerap masuk ke dalam rumah melalui celah-celah dinding.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menyampaikan keprihatinannya setelah mengunjungi langsung lokasi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kondisi keluarga tersebut sangat membutuhkan perhatian dan penanganan segera.
“Rumah mereka rusak berat, tidak layak huni, bahkan tidak memiliki kamar mandi. Setiap hujan, air masuk ke dalam rumah. Ini sangat memprihatinkan,” ujar Tarmizi, dikutip dari postingan akun media sosial pribadinya, Selasa (7/4/2026).
Dalam kunjungannya, Tarmizi juga menyoroti persoalan data kemiskinan. Berdasarkan hasil pengecekan bersama camat setempat, keluarga tersebut tercatat berada pada Desil 6 dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang seharusnya diperuntukkan bagi kelompok dengan tingkat kesejahteraan menengah.
“Setelah kita cek, mereka masuk Desil 6 DTSEN. Padahal kondisi riil di lapangan, mereka seharusnya berada di Desil 1 atau 2. Ini menunjukkan adanya ketidaktepatan data yang harus segera diperbaiki,” tegasnya.
Kunjungan tersebut juga diwarnai haru ketika seorang warga setempat yang turut hadir tidak kuasa menahan tangis. Ia mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada janda dan anak-anak tersebut, meskipun dirinya mengaku tidak mampu membantu lebih banyak karena kondisi ekonomi yang juga terbatas.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat diharapkan segera mengambil langkah cepat, baik dalam penanganan rumah tidak layak huni maupun pembaruan data sosial, agar bantuan dapat tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.







